Siaga Melayani Anda dan Keluarga Sepanjang Waktu dengan Tim Medis Profesional dan Respons Cepat.
Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Fatima merupakan unit pelayanan yang memberikan penanganan medis kepada pasien dengan kondisi gawat dan darurat yang membutuhkan pemeriksaan serta tindakan medis segera.
Dengan dukungan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan yang memadai, IGD Rumah Sakit Fatima memberikan pelayanan secara cepat, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien, dengan tetap mengedepankan semangat pelayanan dalam kasih.
24 Jam / 7 Hari seminggu (termasuk hari libur nasional)
Jl. Nusantara No. 18, Kamali Pentalluan, Makale, Tana Toraja, 91811
Mengutamakan keselamatan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan medis (Life-Saving)
Pelayanan IGD didukung oleh Dokter yang bekerja secara terkoordinasi bersama perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan penanganan kepada pasien.
Pelayanan di IGD mencakup pemeriksaan dan penanganan awal terhadap berbagai kondisi kegawatdaruratan medis. Meliputi penilaian kondisi pasien, pemeriksaan fisik, pemantauan tanda-tanda vital, serta tindakan medis sesuai indikasi.
Penanganan awal terhadap anak dengan kondisi yang membutuhkan pertolongan segera, termasuk demam tinggi dengan tanda bahaya, kejang, sesak napas, dehidrasi berat, dan kondisi kegawatdaruratan lainnya.
Penanganan awal terhadap kondisi kegawatdaruratan pada ibu hamil maupun pasien kebidanan sesuai kebutuhan medis.
Tindakan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien, termasuk pemberian obat, terapi cairan, tindakan luka, serta tindakan medis lainnya sesuai indikasi.
Tidak semua keluhan membutuhkan pelayanan IGD. Namun, Anda sebaiknya segera datang ke IGD apabila mengalami kondisi yang berpotensi mengancam keselamatan atau membutuhkan pertolongan medis segera seperti:
Terutama apabila disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau nyeri menjalar ke lengan, bahu, punggung, atau rahang.
Sesak napas berat, napas sangat cepat, atau kesulitan bernapas yang muncul secara tiba-tiba.
Pasien sulit dibangunkan, tidak merespons, bingung secara tiba-tiba, atau mengalami perubahan kesadaran.
Kejang yang berlangsung lama, terjadi berulang, atau merupakan kejang pertama.
Perdarahan yang sulit berhenti atau menyebabkan pasien tampak sangat lemah, pucat, atau kehilangan kesadaran.
Termasuk kecelakaan lalu lintas, cedera kepala, patah tulang, luka berat, atau trauma lainnya.
Wajah tampak mencong, salah satu sisi tubuh mengalami kelemahan atau mati rasa, atau pasien mengalami kesulitan berbicara secara tiba-tiba.
Termasuk cedera kepala, luka dalam, luka akibat kecelakaan, atau cedera yang membutuhkan penanganan segera.
Jika ragu apakah suatu kondisi merupakan keadaan darurat, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau datang ke IGD untuk mendapatkan penilaian medis.
Setibanya di IGD, pasien akan mendapatkan penilaian awal atau triase. Triase bertujuan untuk menentukan tingkat kegawatan pasien dan prioritas penanganan, bukan semata-mata berdasarkan urutan kedatangan. Karena itu, pasien yang datang lebih dahulu belum tentu mendapatkan tindakan lebih dahulu apabila terdapat pasien lain dengan kondisi yang lebih mengancam nyawa.
Kondisi pasien sangat kritis, mengancam jiwa seketika, dan membutuhkan resusitasi atau tindakan penyelamatan segera detik itu juga.
Contoh Kondisi : Henti jantung (cardiac arrest), Henti napas (apneu), Sumbatan total jalan napas akibat benda asing, Penurunan kesadaran berat (koma, cedera kepala berat), Syok berat, Nadi tidak teraba, Dehidrasi berat, dan Trauma parah
Kondisi darurat berat yang membutuhkan penanganan sangat cepat agar tidak memburuk atau menyebabkan kematian.
Contoh Kondisi : Sumbatan parsial jalan napas yang disertai distres napas, Sesak nafas berat, Hipertensi berat, penurunan kesadaran sedang, Demam tinggi (>38 derajat), Trauma atau nyeri akut.
Kondisi pasien mendesak namun stabil untuk sementara waktu dan penanganannya dapat sedikit ditunda dibandingkan kategori Prioritas 1 dan Prioritas 2.
Contoh Kondisi : Sumbatan parsial jalan napas ringan tanpa adanya distres napas, Kondisi pernapasan yang cukup stabil, Dehidrasi ringan akibat riwayat pengeluaran cairan berlebih (muntah/diare), Tekanan darah tinggi stabil, Penurunan kesadaran ringan, atau Nyeri sedang.
Kondisi pasien ringan atau tidak gawat, risiko perburukan rendah, dan dapat ditangani setelah pasien prioritas lain selesai.
Contoh Kondisi : Jalan napas bebas tetapi memiliki risiko potensi sumbatan, Kondisi pernapasan normal, Tekanan darah atau nadi di luar rentang normal tetapi tanpa disertai gejala klinis yang mengkhawatirkan, Pasien sadar penuh, dan Cedera ringan atau keluhan nyeri ringan.
Tujuan utama triase adalah memastikan pasien dengan kondisi paling kritis mendapatkan pertolongan secepat mungkin.
Pasien datang ke IGD Rumah Sakit Fatima dan diarahkan untuk mendapatkan penilaian awal.
Petugas melakukan proses administrasi dan registrasi pasien sesuai ketentuan yang berlaku.
Tenaga kesehatan melakukan penilaian awal terhadap kondisi pasien untuk menentukan tingkat kegawatan dan prioritas pelayanan.
Dokter melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pasien dan menentukan kebutuhan pemeriksaan atau tindakan selanjutnya.
Jika diperlukan, pasien dapat menjalani pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi, atau pemeriksaan lainnya sesuai indikasi medis.
Pasien mendapatkan tindakan medis, pemberian obat, terapi, observasi, atau penanganan lainnya sesuai kondisi.
Kondisi pasien dievaluasi setelah mendapatkan penanganan.
Berdasarkan kondisi pasien, dokter dapat menentukan pasien untuk: