Perjalanan Rumah Sakit Fatima dimulai dari sebuah kepedulian sederhana terhadap masyarakat yang menderita dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Sejak didirikan pada tahun 1947, Rumah Sakit Fatima terus berkembang dan berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, akurat, terpercaya, profesional, serta terjangkau bagi masyarakat.
Rumah Sakit Fatima didirikan oleh para Biarawati Misionaris Societas Jesus Maria Joseph (JMJ) pada tanggal 11 Agustus 1947. Pendirian ini dilandasi oleh keprihatinan mendalam kepada masyarakat yang menderita dan tak terjangkau oleh tenaga kesehatan yang saat itu masih minim jumlahnya.
RS Fatima resmi mulai beroperasi pada 24 April 1948 di bawah pimpinan seorang Biarawati, Sr. Josephtine, JMJ. Tujuan utamanya mulia: membantu mereka yang menderita sakit dengan mengutamakan mereka yang lemah (miskin).
1 Ruang Periksa
1 Ruang Perawatan Pria & 1 Ruang Perawatan Wanita
1 Ruang Obat Sederhana
1 Ruang Laboratorium Sederhana
Berada di bawah naungan Yayasan Joseph. Pada masa ini tenaga medis sangat terbatas (hanya ada 1 dokter untuk satu kabupaten), ditambah sulitnya transportasi serta situasi akibat peristiwa Kahar Muzakkar.
Penambahan sarana seiring meningkatnya pelayanan, meliputi: 1 ruang perawatan anak, 1 kamar bersalin, dan 1 ruang perawatan nifas. RS dipimpin oleh Biarawati Misionaris berdedikasi tinggi yang bahkan dikenal sebagai “dokter” oleh masyarakat setempat.
Terjadi pengalihan pimpinan dari Biarawati Belanda kepada Biarawati Indonesia, dengan pengawasan di bawah dokter kabupaten.
RS memiliki tenaga dokter full-time pertama, yakni dr. Robby W, yang turut membidani penambahan fasilitas 1 ruang operasi.
Menghadapi berbagai tantangan zaman, RS tetap gigih mengembangkan pelayanan hingga memiliki sarana rawat jalan, rawat inap, poliklinik desa, serta pelayanan Primary Health Care (PHC) bekerja sama dengan PERDHAKI Jakarta.
Memasuki tahun 2005, RS Fatima memiliki fasilitas medis yang semakin lengkap dengan kapasitas 53 tempat tidur, meski sempat pula menghadapi dinamika internal seperti pengurangan pegawai secara besar-besaran di tahun yang sama.
Pada tanggal 7 Oktober 2011, Rumah Sakit Fatima mengalami perubahan kepemilikan dari Yayasan Ratna Miriam kepada PT Citra Ratna Nirmala.
Pada saat itu, PT Citra Ratna Nirmala berada dalam kepemimpinan Sr. Anita Sampe, JMJ, MAN dan perubahan tersebut disahkan oleh Hans Tantular Trenggono, SH, selaku Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah.
Dalam pengembangan pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Fatima juga memiliki beberapa mitra di bidang kesehatan, antara lain:
Saat ini, PT Citra Ratna Nirmala berada dalam kepemimpinan Sr. Yori Lapu’, SJMJ., SKM., M.Kes.
Dalam perjalanan perkembangan Rumah Sakit Fatima, sejumlah dokter telah dipercaya untuk memimpin rumah sakit sebagai Direktur.
dr. Vicky Henoch Kandou, MARS
Lebih dari sekadar perjalanan waktu, sejarah Rumah Sakit Fatima adalah perjalanan tentang kepedulian, pengabdian, dan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan.
Dari fasilitas yang sederhana pada tahun 1947 hingga perkembangan pelayanan kesehatan saat ini, Rumah Sakit Fatima terus berupaya mempertahankan semangat yang menjadi dasar pendiriannya:
Membantu mereka yang menderita sakit dengan mengutamakan mereka yang lemah dan miskin.
Rumah Sakit Fatima
Melanjutkan perjalanan pelayanan dalam semangat kasih.